

Kabaranambas.com, Anambas – Penyair Asal Kabupaten Kepulauan Anambas, Azizah AK tampil membaca Pantun dan juga Puisi yang berjudul Cinta Tenggelam di Laut Nista di panggung megah Aisyah Sulaiman Tanjung Pinang dalam acara Festival Sastra Internasional Gunung Bintan (FSIGB) Tahun 2022 Bersama Suryanti Penyair dari Bintan dan Rauzil Armiza Penyair asal Malaysia.
Setelah melalui seleksi yang amat ketat, Azizah dan 400 penyair dari dalam negeri dan luar negeri diundang untuk hadir pada acara puncak peluncuran buku Jazirah sebelas, dua belas dan tiga belas yang diselenggarakan oleh Yayasan Jembia Emas yang diketuai oleh Datok Rida K Liamsi bekerja sama dengan Dinas Kebudayaan Provinsi Kepri, pada acara puncak FSIGB para penyair yang hadir langsung diserahkan tiga judul buku Jazirah 11, 12 dan 13.
Adapun kegiatan Acara FSIGB Tahun 2022 dilaksanakan beberapa rangkaian acara di tempat yang berbeda yaitu pada tanggal 24 malam kegiatan baca puisi dan makan bersama di kopi sekanak milik Datok Teja Al Habd, sedangkan pembukaan FSIGB dilaksanakan di Gedung Daerah Tepi Laut, lanjut pada tanggal 25 September diadakan seminar sastra dengan cara Live dan Zoom bagi yang berhalangan hadir, tanggal 26 September 2022 diluncurkan 100 buku karya para penyair SFIGB di pelataran UMRAH dan malamnya peserta diajak makan malam bersama di rumah makan sembilang lalu melanjutkan kegiatan baca puisi di Gedung Aisyah Sulaiman, pada tanggal 27 kegiatan dilanjutkan dengan sarapan Mi Lendir bersama di Jalan Bintan sekaligus menutup kegiatan dengan gotong royong di laman bonda Kota Tanjung Pinang.
Kegiatan FSIGB tahun 2022 ini dihadiri penyair-penyair hebat nusantara dan luar negeri seperti Presiden Penyair Indonesia Sutardji Calzoum Bachri, Muhammad Rosli Bakir Penyair kondang dari Malaysia, Hamed Ismail dari Singapura, sedangkan penyair-penyair Kepri juga berkumpul di kegiatan tersebut seperti Datok Abdul Kadir Ibrshim, Teja Al Habd, Samson Rambah Pasir Esbedy Setiawan dan lainnya.
Di sela-sela kesibukan kegiatan SFIGB, Azizah AK Bersama sahabatnya Yuanda Isha juga membentuk komunitas penyair yang diberi nama Penyair Perempuan Kepulauan Riau (PPKR).
“Dengan dibentuknya PPKR ini saya dan Yuanda Isha berharap perempuan-perempuan Kepri bekerja keras untuk melahirkan karya-karya sastra yang akan mengangkat nama-nama perempuan kepri dalam sejarah literasi,” ucap Azizah, Rabu (28/9/2022).
Azizah AK juga berharap, agar masyarakat Anambas dapat menjadi penyair yang bisa mengharumkan nama Anambas dalam memberikan karya syair-syair indah.
“Saya tentu berharap, di tahun depan nantinya akan lahir penyair-penyair baru dari Anambas yang membawa nama Daerah di Festival Sastra Internasional Gunung Bintan,” harap Azizah. (KA/Ber)