

Kabaranambas.com, Anambas – Wakil Bupati Kepulauan Anambas, beserta rombongan mengikuti rangkaian kegiatan dari buka puasa, sholat Fardhu (Maghrib dan Isyak) dan Shalat Sunnah (Tarawih dan Witir) kemudian ditutup dengan tausiyah yang diisi oleh Ustaz Raja M. Innamul Hasan Al-Hafiz yang berlangsung di Masjid Genting Pulur, Kecamatan Jemaja, Sabtu (15/4/2023).
Pada kesempatan tersebut, Kepala Desa Genting Pulur, Bambang Asmara menyampaikan keluh kesah masyarakat Jemaja, khususnya warga desanya. Dia mengatakan, ada beberapa point pembangunan Desa Genting Pulur yang menurutnya penting untuk dilakukan, yakni:
Pada beberapa point permasalahan yang disampaikannya, point terkait BBM Solar menjadi perbincangan yang sering diucap oleh Bambang, yang mana dia mengatakan bahwa “Masalah BBM solar sangat menarik bagi saya, saya pontang panting memperjuangkan nasib nelayan saya namun tidak ada satupun dari pemerintah daerah yang memikirkan kami masyarakat di bawa ini terkhusus Desa Genting Pulur,” ucap Bambang.
“Perlu bapak Wakil Bupati ketahui 100 ton minyak BBM dikucurkan ke wilayah Pulau Jemaja ini, kami terdiri dari 12 desa, 1 kelurahan dan 3 kecamatan tak terbagi rata pak Wakil Bupati, Ada yang dapat belasan ton, Ada yang dapat satu ton lebih, seperti desa genting pulur hanya dapat dua ton setengah dan Tidak merata pembagian minyaknya,” tambahnya.
“Anehnya lagi, pak Pehu yang tak memiliki warga nelayan dapat belasan ton, Kami yang punya warga nelayan cuma dapat jatah Solar dua ton setengah,” ucapnya lagi.
Dia menjelaskan, bahwa sebelumnya memang ada penambahan minyak Solar, namun penambahan itu bukan harga SPBU subsidi sehingga pihaknya menolak pada bulan kedua. Dirinya juga mengatakan bahwa atas nama desa tidak akan mengeluarkan lagi rekomendasi buat ambil minyak penambahan tersebut.
“Kanak dia kemarin imang ade nambah Solar buat Genting Pulur, tapi ndok sesuai dengan keinginan dok man, karne yang dok man mintak penambahan minyak Solar bersubsidi yang dikeluarkan oleh pihak SPBU Landak, tapi yang di tambah kanak die bukan harge yang tertera di SPBU, tapi harge pangkalan pak Pehu yang di kasi ke kami,” jelas Bambang dengan logat melayunya.
“Kami nelayan tidak dapat seutuhnya minyak BBM itu, bahkan proyek besar yang dapat dan saya pastikan suatu saat mereka akan ketemu dengan yang namanya Bambang Asmara,” kata Kades dengan penuh kesal.
Jadi, dirinya berpesan untuk Disperindag Anambas, tolong di tambah kuota BBMnya dan jika tidak mau juga di tambah kuota minyak untuk masyarakat, maka kedepannya dia pastikan bahwa pihak dinas akan ketemu dengan Bambang Asmara, apakah itu dengan cara baik maupun cara kasar, karena menurutnya selama ini, masyarakat telah dizalimi oleh oknum-oknum pemain minyak
“Nelayan saya dizalimi, karena dalam hal ini kami punya hak dan saya akan perjuangkan nasib warga dan nelayan saya, jadi tolong bapak wakil bupati bisa sampai kepada pihak terkait, sudah-sudah lah bermain minyak ini,” kata Bambang. (Man/Pen)***