

KabarAnambas,com Anambas – Lebih dari 3,31 juta ton Minyak goreng telah terdistribusi sejak Januari 2023 hingga hari in, demikian dikatakan Menteri Perdagangan dalam negeri Drs. Isy Karim, M.Si dalam rapat koordinasi melalui video conference (vicon) dengan Kemendagri terkait Tinjauan Inflasi dan Harga Minggu Ke 2 Januari 2024.
“Total pendistribusian DMO Minyak Goreng Rakyat periode pertengahan Januari 2024 sebesar 71.076 ton (23,69% dari target DMO). Sebanyak 25.941 ton (36,50% diantaranya merupakan migor kemasan Minyak kita,” kata Isy.
Lanjut Isy, Distribusi Minyak Goreng DMO terpantau Melalui Sistem Informasi Sarana Perdagangan (SIPSP) dengan CEK distribusi DMO melalui website SISP Kemendag (dapat dilakukan oleh Dinas Perdagangan Provinsi dan Kab/Kota), CEK realisasi ketersediaan dan kelancaran distribusi dari D1 sampai Pengecer, LAPOR jika terdapat gangguan 03 distribusi maupun pelanggaran kepada Kemendag/Satgas Pangan.
Produksi bawang merah bulan Januari – Februari 2024 di sentra produksi pulau Jawa melimpah akibat penanaman serentak di bulan November – Desember 2023 (akibat el nino, musim hujan mundur dan tidak stabil).
Namun mulai Maret/April 2024 (Puasa/lebaran) produksi diperkirakan berkurang, sehingga perlu diantisipasi dengan percepatan tanam di awal tahun 2024, penyerapan dan penyimpanan stok di Gudang Gudang Cold Storage, jelasnya.
“Sentra produksi utama di Pulau Jawa baik dataran tinggi maupun dataran rendah bersamaan musim panennya di Januari / Februari 2024, sehingga menyebabkan tekanan harga di tingkat petani,” ujarnya.
Lima Provinsi dengan harga tertinggi (Per 12 Januari 2024) diantaranya Papua Barat (Rp38700/kg), Papua (Rp36700/kg), Maluku Utara (Rp37900/kg), Maluku (Rp34950/kg), Gorontalo (Rp34300/kg).
Sedangkan Lima Provinsi Dengan Harga Terendah (Per 12 Januari 2024) diantaranya Sulawesi Barat (Rp23700/kg), Sulawesi Selatan (Ro23700/kg), Jawa Timur (Rp25450/kg), Jambi (Rp25650/kg), Lampung (Rp25900/kg).
Untuk produksi Jagung Januari-Februari 2024 diprediksi sebanyak 2,2 juta ton dengan Perkiraan luas panen: 438.558 hektar (berdasarkan realisasi tanam Oktober November 2023) dan Asumsi Produktivitas (Skenario Pesimis): 5 ton per hektar.
“Realisasi Impor Jagung (PI 2023) dengan Penugasan impor jagung 2023: 250.000 ton, Kontrak impor: 244.691 ton, realisasi hingga 10 Januari 2023: 178.691, dalam perjalanan (estimasi Januari 2024 sampai di Indonesia): 66.000 ton,” terangnya.(red)