

KabarAnambas.com Anambas – Bupati Kepulauan Anambas, Abdul Haris membantah tudingan Badan Perjuangan Pembentukan Kabupaten Kepulauan Anambas (BP2KKA) yang menyebut Anambas masih banyak kekurangan.
Menurut Haris, Anambas saat ini telah banyak perubahan semenjak pemekaran dari Kabupaten Natuna, terutama yang paling dirasakan dibidang telekomunikasi.
“Dulu kita mau telfon, hp digantung di pintu atau didinding. Sekarang tak perlu lagi, karena sinyal sudah merata. Ini suatu prestasi buat,” kata Haris, Senin, (24/6).
Pemerintah Pusat, sambung Haris, menjadikan Anambas sebagai daerah prioritas pembangunan dengan program pembangunan daerah terpencil dan perbatasan.
“OPD kita selalu bolak balek ke Jakarta, urus dan mencari anggaran biar turun ke Anambas. Terbukti sekarang proyek Kementrian sedang dikerjakan disini,” terang Haris.
Ia menyebutkan, dalam waktu dekat akan segera dilakukan revitalisasi Pasar Loka dengan anggaran dari Kementrian Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) sebesar Rp 29 Miliar.
“Terakhir itu masalah jalan, PUPR mau anggarkan ke kita. Cuma, ada kendala masalah lahan, jadi dipending,” kata Haris.
Untuk sektor pendidikan, ia mengakui belum mampu mendirikan Sekolah Tinggi atau Universitas, disebabkan terkendala persyaratan yang belum dipenuhi.
Namun, Pemkab Anambas telah memberikan beasiswa S1 kepada 50 orang dengan anggaran Rp 1,8 Miliar per tahun.
“Pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) tetap kita perhatikan. Setiap tahun ada anak kita berikan beasiswa. Bukan hanya S1, S2 kita berikan,” kata Haris.
Haris meminta agar seluruh stakeholder dapat bersama-sama memberikan solusi terhadap pembangunan Kepulauan Anambas.
“Ada masukan silahkan, jangan hanya dilihat dari kekurangan kita. Lihat apa yang sudah dibangun ini,” kata Haris. (Red)