Chief of Staff UMCES Tinjau Konservasi Penyuk di Pulau Teluk dalam Jemaja

Foto- Dave Nemazie, Chief of Staff dari University of Maryland Center for Environmental Science (UMCES), Amerika Serikat, mengunjungi lokasi konservasi penyu di Pulau Telukdalam, Kecamatan Jemaja Barat, Kabupaten Kepulauan Anambas, Jumat (18/5/2025)

KabarAnambas.com Anambas – Dave Nemazie, Chief of Staff dari University of Maryland Center for Environmental Science (UMCES), Amerika Serikat, mengunjungi lokasi konservasi penyu di Pulau Telukdalam, Kecamatan Jemaja Barat, Kabupaten Kepulauan Anambas, pada Jumat (18/4/2025).

Sebagaimana diketahui, Pulau Telukdalam merupakan salah satu dari tiga lokasi konservasi penyu di Anambas, selain Pulau Mangkai dan Pulau Pahat.

Kunjungan ini bertujuan untuk mengamati praktik pelestarian biota laut dilindungi yang dilakukan di Indonesia, khususnya di Kabupaten Kepulauan Anambas.

Kegiatan ini merupakan bagian dari Reciprocal Exchange Project, yang merupakan kelanjutan dari program Young Southeast Asian Leaders Initiative – Professional Fellows Program (YSEALI PFP) yang didukung oleh U.S. State Department.

Dimana tujuan dari program ini adalah memberikan kesempatan bagi profesional dari Amerika Serikat untuk mengunjungi tempat kerja alumni YSEALI PFP.

Dalam hal ini, Dave mengunjungi Domi, alumni YSEALI PFP yang bekerja di Loka Kawasan Konservasi Perairan Nasional (LKKPN) Pekanbaru, Kementerian Kelautan dan Perikanan.

Diharapkan kunjungan ini menjadi wadah untuk berbagi ilmu sekaligus memperkuat kolaborasi antara profesional dari Indonesia dan Amerika Serikat.

Sebelumnya, Dave juga memberikan materi pada Workshop on Ecosystem Health Report Card di Tarempa, untuk mengenalkan model evaluasi kondisi kesehatan lingkungan yang melibatkan berbagai stakeholders di Kawasan Konservasi Kepulauan Anambas, diantaranya pemerintah daerah, nelayan, pembudidaya ikan, hingga kelompok masyarakat.

Selama kunjungan ke lokasi konservasi di Pulau Telukdalam, Dave berkesempatan mengamati secara langsung praktik konservasi yang dilakukan oleh kelompok Penyu Jemaja Lestari dan Anambas Foundation.

Sementara itu, Burhan, Ketua Penyu Jemaja Lestari, bersama Sesar dari Anambas Foundation, mendampingi Dave dan menjelaskan setiap tahapan kegiatan konservasi.

Tak hanya mengamati, Dave juga ikut terlibat langsung dalam aktivitas konservasi, seperti pengambilan telur penyu dari sarang alami, pemindahan ke hatchery, serta penanaman kembali telur ke dalam sarang semi-alami.

Domi menambahkan bahwa para ranger di lokasi ini telah mendapat pelatihan dari LKKPN Pekanbaru untuk memastikan bahwa semua prosedur konservasi, mulai dari pemindahan telur hingga metal tagging, dilakukan sesuai dengan standar nasional.

Burhan menyampaikan bahwa malam sebelumnya tercatat tujuh pendaratan penyu, dan tiga di antaranya berhasil bertelur. Dave mengungkapkan kekaguman dan apresiasinya atas upaya pelestarian biota laut yang dilakukan, serta berharap kesadaran masyarakat Anambas terus meningkat, khususnya untuk berhenti mengonsumsi telur dan daging penyu.

Sebagai penutup kunjungan, Dave bersama para ranger melepas lebih dari 500 tukik yang baru menetas pada malam sebelumnya. Dalam kesempatan ini, Dave juga mengadopsi dua sarang penyu yang masing-masing diberi nama Dave Nemazie dan UMCES-YSEALI.( Firman )

349

Nilai Kualitas Konten

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like