

KabarAnambas.com Anambas – Di rapat Paripurna DPRD Kepulauan Anambas dalam peringatan Hari Jadi ke-17 Anambas, Ketua DPRD Anambas Rian Kurniawan mengajak semua pihak untuk mengenang dan menghargai semua jasa para pendahulu khususnya para tokoh pejuang kabupaten kepulauan anambas yang telah mendahului, Selasa (24/6/2025) pagi.
Mengingat, berdasarkan undang-undang nomor 33 tahun 2008 Kabupaten Kepulauan Anambas sebagai daerah otonom hasil pemekaran dari Kabupaten Natuna terbentuk.
Sejak saat itulah, perjalanan panjang, penuh dinamika, tantangan, dan perjuangan untuk membangun dari nol, dengan segala keterbatasan geografis, infrastruktur, hingga sumber daya manusia telah dilalui bersama.
Namun, berkat kerja keras bersama, sinergi antara pemerintah daerah, dprd, masyarakat, serta dukungan dari pemerintah pusat dan provinsi, kabupaten kepulauan anambas mampu tumbuh dan berkembang menjadi salah satu kabupaten kepulauan yang diperhitungkan di wilayah perbatasan nkri.
“Peringatan hari jadi ke-17 ini bukanlah sekadar perayaan, tetapi momen evaluasi dan afirmasi bahwa kita masih memiliki pekerjaan besar ke depan. Pembangunan yang kita dorong tidak semata-mata pembangunan fisik, namun juga pembangunan manusia, kelembagaan, dan karakter kebudayaan,” tegasnya.
Melalui tema semangat hari jadi kabupaten kepulauan anambas ke-17, pihaknya mengajak untuk mewujudkan pembangunan ekonomi, meningkatkan pelayanan publik dan tata kelola pemerintahan yang efektif serta sumber daya manusia yang tangguh, berkualitas, berbudaya dan religius.
“Tema ini mengandung makna bahwa peringatan hari jadi bukanlah titik berhenti, melainkan pijakan untuk melangkah lebih jauh, lebih kuat, dan lebih terarah. kita tidak hanya fokus pada pembangunan infrastruktur atau ekonomi semata, tapi juga pada kualitas tata kelola dan kapasitas manusia yang akan mengelolanya,” terangnya.
Sebagaimana diketahui, Kabupaten Kepulauan Anambas memiliki potensi kelautan, perikanan, energi, dan pariwisata bahari yang luar biasa. Namun potensi ini baru akan bernilai strategis jika mampu dimanfaatkan secara inklusif dan berkelanjutan oleh masyarakat setempat.
Oleh karenanya, penguatan ekonomi kerakyatan menjadi keharusan, melalui momen ini pihaknya mengajak untuk pengembangan UMKM lokal yang berbasis komoditas unggulan, peningkatan akses pembiayaan dan pelatihan kewirausahaan; pemberdayaan koperasi nelayan dan petani; serta dukungan terhadap ekowisata berbasis komunitas lokal.
Selai itu, adanya peningkatan kualitas pelayanan, sarana dan prasarana kesehatan, pendidikan, pelayanan publik dan tata kelola pemerintahan. Mengingat, akses pelayanan publik di wilayah kepulauan memiliki tantangan tersendiri, mulai dari keterbatasan geografis hingga distribusi tenaga dan logistik.
“Oleh karena itu, prioritas kita harus difokuskan pada peningkatan fasilitas dan tenaga medis serta pendidikan yang merata hingga pulau-pulau; digitalisasi pelayanan publik dan reformasi birokrasi berbasis akuntabilitas; dan pembangunan infrastruktur dasar yang memperpendek jarak layanan dan meningkatkan keadilan social,” terangnya.
Pihaknya juga menegaskan bahwa DPRD Anambas akan terus menjalankan fungsi legislasi, penganggaran, dan pengawasan secara konsisten dan bertanggung jawab.
“Kami senantiasa terbuka untuk menerima masukan dari masyarakat, serta menjalin kemitraan strategis dengan pemerintah daerah demi mendorong program pembangunan yang lebih aspiratif dan berdampak luas. kami menyadari bahwa keberhasilan pembangunan tidak akan terwujud tanpa sinergi antara lembaga pemerintahan, sektor swasta, akademisi, dan masyarakat sipil. karena itu, kami mendorong semangat kolaborasi lintas sektor untuk mempercepat pencapaian visi pembangunan daerah,” tegasnya.( F )