

KabarAnambas.com TanjungPinang — Suasana berbeda terasa sejak pagi di SMK Negeri 1 Tanjungpinang. Deretan guru dan staf tampak anggun dengan pakaian adat Nusantara serta baju kurung Melayu, menandai puncak peringatan Hari Guru Nasional (HGN) ke-80 sekaligus HUT PGRI 2025 yang berlangsung dengan meriah dan penuh makna, Selasa (25/11/2025).
Mengusung tema nasional “Guru Hebat Indonesia Kuat”, perayaan tahun ini tidak hanya menjadi momen syukur, tetapi juga ruang mempererat kebersamaan antar-pendidik dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan.
Rangkaian acara dimulai dengan upacara bendera di lapangan sekolah. Menariknya, seluruh petugas upacara diperankan langsung oleh para guru—mulai dari pembawa acara, pengibar bendera, hingga pembaca naskah. Kehadiran Kepala Sekolah sebagai pembina upacara menambah kekhidmatan momen peringatan profesi paling mulia ini.
“Harapan Kami, Guru Makin Kompak dan Semangat”
Wakil Kepala Sekolah Bidang Humas SMKN 1 Tanjungpinang, H. Sarianto, S.Ag., menuturkan bahwa rangkaian kegiatan memang dirancang untuk memperkuat solidaritas para pendidik.
“Hari Guru Nasional tahun ini kami kemas dengan berbagai aktivitas positif. Harapan kami, guru semakin semangat dan semakin solid satu sama lain,” ujarnya.
Kemeriahan sudah dimulai sejak Senin (24/11). Para guru antusias mengikuti beragam perlombaan unik seperti tebak lagu, tebak gaya, sumpit keseimbangan, hingga jalan tertutup yang memancing tawa dan mencairkan suasana.
Puncak acara di hari Selasa menjadi momentum syukuran serta refleksi perjalanan para pendidik di SMKN 1 Tanjungpinang.
Salah satu agenda penting adalah pemberian piagam penghargaan kepada guru yang dinilai memiliki dedikasi luar biasa selama bertugas.
“Ini bentuk terima kasih kami kepada guru-guru yang telah bekerja sepenuh hati,” ungkap Sarianto.
Keberhasilan acara tak lepas dari keterlibatan aktif para siswa. OSIS diberi kepercayaan penuh menjadi panitia, sebagai wujud rasa hormat kepada guru.
Acara semakin semarak dengan:
1. penampilan kreativitas siswa,
2. nominasi guru terbaik pilihan siswa,
3. hingga tradisi tukar kado antar-guru.
Momen-momen ini menjadi gambaran hangatnya hubungan guru–murid di lingkungan sekolah.
Menutup kegiatan, Sarianto menyampaikan pesan khusus terkait masa depan profesi guru.
“Saya berharap kesejahteraan guru semakin diperhatikan. Terima kasih kepada semua guru SMKN 1 yang telah berdedikasi dan terus berjuang untuk pendidikan anak bangsa.”
Acara puncak ditutup dengan ramah tamah, pemotongan tumpeng, dan pengumuman pemenang lomba. Suasana penuh tawa, haru, dan kehangatan menjadi bukti kuat bahwa Hari Guru bukan sekadar perayaan, melainkan penghormatan atas perjuangan para pendidik dalam mencerdaskan generasi masa depan.( Arsih )