

KabarAnambas.com Anambas – Pemerintah Kabupaten Kepulauan Anambas menggelar rapat koordinasi dalam rangka mengantisipasi momentum Natal 2025 dan Tahun Baru 2026. Rapat berlangsung di Ruang Media Center Kantor Bupati Kepulauan Anambas, Kamis (4/12/2025), dipimpin oleh Sekretaris Daerah Sahtiar, S.H., M.M.
Sahtiar menyampaikan, rapat tersebut bertujuan menyatukan langkah lintas sektor dalam menjaga keamanan dan pelayanan publik selama periode libur akhir tahun. Sejumlah aspek menjadi fokus pembahasan, mulai dari stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat, kelancaran transportasi, ketersediaan bahan pokok, kesiapsiagaan bencana, hingga pelayanan kesehatan.
Ia menegaskan pentingnya kewaspadaan tinggi karena wilayah Anambas kini memasuki fase cuaca ekstrem. Kondisi ini dinilai berpotensi menimbulkan gelombang tinggi, mengganggu arus transportasi laut dan udara, serta meningkatkan risiko bencana hidrometeorologi.
> “Instansi teknis, aparat keamanan, hingga tim penanggulangan bencana harus siap siaga. Kami minta seluruh peserta rapat melaporkan perkembangan situasi serta kendala secara riil untuk langkah pengamanan yang efektif,” ujar Sahtiar.
Kepala Dinas Perikanan, Pertanian, dan Pangan Kabupaten Kepulauan Anambas, Rovaniyadi, S.P, melaporkan bahwa harga sejumlah komoditas pangan masih terkendali berdasarkan monitoring 17 November 2025. Meski demikian, kecenderungan kenaikan harga beberapa komoditas tetap perlu diantisipasi.
Dalam proyeksi neraca pangan, beberapa komoditas strategis tercatat mengalami kekurangan stok. Ketergantungan pada pasokan BULOG menjadi tantangan sehingga koordinasi antardaerah dan pusat harus dipertegas.
Pemerintah juga telah menyalurkan bantuan pangan berupa beras SPHP dan minyak goreng kepada 1.676 Keluarga Penerima Manfaat di seluruh desa dengan total 33,520 ton beras dan 6,704 liter minyak goreng. Selain itu, pemerintah masih memiliki Cadangan Pangan Pemerintah Daerah (CPPD) sebanyak 11,129 ton yang dipersiapkan untuk intervensi harga maupun keadaan darurat.
Upaya peningkatan produksi lokal terus dilakukan melalui intensifikasi pertanian. Saat ini, luas lahan padi mencapai 25,70 hektare dengan produksi 41,92 ton. Pemerintah juga tengah memperkuat fasilitas cold storage serta gudang logistik guna menjaga kelancaran distribusi pangan.
Kepala Bagian Ekonomi dan SDA, Yohanes, S.T., menjelaskan bahwa langkah pengendalian inflasi terus diperkuat melalui High Level Meeting TPID yang telah dua kali digelar pada tahun 2025. Kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut dari berbagai regulasi nasional terkait stabilisasi harga dan pasokan pangan.
Anambas juga telah menyusun Peta Jalan Pengendalian Inflasi 2025–2027 dengan empat strategi utama: keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, dan komunikasi efektif.
> “Kami berkomitmen memastikan masyarakat tetap mendapatkan harga yang stabil dan pasokan yang terjaga hingga akhir tahun,” ungkap Yohanes.
Kepala BPBD Anambas, Madison, menegaskan bahwa wilayah kepulauan tersebut memiliki risiko bencana yang cukup tinggi, mulai dari gelombang tinggi, banjir, angin kencang, kebakaran hutan, hingga tanah longsor.
Sejumlah strategi mitigasi pun dipaparkan, di antaranya perbaikan tanggul dan drainase, penataan ruang kawasan rawan, penguatan bangunan, hingga rehabilitasi pesisir melalui penanaman mangrove.
> “Kesadaran dan kesiapsiagaan masyarakat juga sangat penting untuk mengurangi potensi dampak bencana,” jelas Madison.
Sebagai tindak lanjut, Pemkab Kepulauan Anambas akan kembali menggelar rapat koordinasi pada pertengahan Desember 2025 untuk mematangkan teknis pelaksanaan pengamanan Nataru di lapangan.
Pemda berharap seluruh pemangku kepentingan dapat bergerak cepat dan terpadu untuk memastikan masyarakat dapat merayakan Natal dan Tahun Baru dalam suasana aman, tertib, dan nyaman.( Man )