Wakil Bupati Kep. Anambas, R. Bayu Febri Gunadian, S.E Hadiri Peletakan Batu Pertama Gerai dan Pergudangan Koperasi Merah Putih Digelar di Desa Tebang

Peletakan Batu Pertama Gerai dan Pergudangan Koperasi Merah Putih Digelar di Desa Tebang

KabarAnambas.com  Anambas — Pemerintah Kabupaten Kepulauan Anambas bersama jajaran TNI, Polri, dan kementerian terkait melaksanakan kegiatan peletakan batu pertama pembangunan Gerai, Pergudangan, dan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KMP) di Desa Tebang, Kecamatan Palmatak, Kabupaten Kepulauan Anambas, Jumat (17/10/2025) siang. Kegiatan ini berlangsung serentak di 800 titik di seluruh Indonesia sebagai bagian dari program nasional penguatan ekonomi desa.

Acara dimulai pukul 14.00 WIB melalui video conference (Vicon) bersama jajaran kementerian terkait, dihadiri langsung oleh Wakil Bupati Kepulauan Anambas R. Bayu Febri Gunadian, S.E., bersama unsur Forkopimda dan para tokoh masyarakat.

Turut hadir pula sejumlah pejabat penting antara lain Pabung Kodim 0318/Natuna Letkol Inf Ali R. Siregar, Danlanal Tarempa Letkol Laut (P) Romi Sitorus, S.E., Kapolres Kepulauan Anambas AKBP I. Gusti Ngurah A.B., S.I.K., Kajari Anambas Budhi Purwanto, S.H., M.H., Sekda Sahtiar, S.H., M.M., Camat Palmatak Ajman, Kepala Desa Tebang Januar Syahputra, serta Ketua KMP Desa Tebang Basir, perangkat desa, dan masyarakat setempat.

Menteri Desa: Koperasi Merah Putih, Gerakan Bersama Membangun Kemandirian Desa

Dalam sambutannya secara virtual, Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi, Dr. (H.C.) H. Abdul Halim Iskandar, M.Pd., menyampaikan apresiasi atas sinergi lintas sektor, termasuk peran TNI dalam mendukung pembangunan koperasi di tingkat desa.

> “Kegiatan Koperasi Merah Putih ini merupakan bentuk operasi selain perang bagi TNI, untuk membantu masyarakat di sektor ekonomi. Jika TNI sudah turun, Insya Allah koperasi desa ini akan tuntas,” ujar Menteri Halim Iskandar.

 

Ia menegaskan pentingnya kolaborasi antara kepala desa, BPD, RT/RW, tokoh masyarakat, dan pengurus koperasi agar tidak ada lagi perpecahan di tingkat desa.
Menurutnya, Koperasi Desa Merah Putih menjadi solusi strategis dari pemerintah untuk mengatasi berbagai persoalan ekonomi rakyat seperti fluktuasi harga hasil bumi.

> “Melalui koperasi, desa-desa tidak akan lagi mengalami masalah seperti panen cabai yang tidak laku. Hasil bumi masyarakat akan tertampung dengan baik, dan koperasi menjadi pusat ekonomi desa,” tambahnya.

 

Menteri Halim juga menyinggung momentum bersejarah ini sebagai awal kebangkitan ekonomi nasional dari desa.

> “Peletakan batu pertama ini menjadi simbol lahirnya 80.000 koperasi desa dan kelurahan Merah Putih di seluruh Indonesia. Mari kita sukseskan agar Indonesia Emas 2045 menjadi kenyataan,” ujarnya.

Menteri Koperasi: Desa Harus Jadi Pelaku Utama Ekonomi Nasional

Sementara itu, Menteri Koperasi dan UKM Ferry Juliantono menegaskan bahwa koperasi Merah Putih merupakan langkah strategis untuk menjadikan masyarakat desa sebagai subjek dan pelaku ekonomi, bukan sekadar penerima manfaat.

> “Negara hadir untuk memastikan agar pasar tidak hanya dikuasai mekanisme pasar bebas. Masyarakat desa harus memiliki kontrol atas ekonomi lokal melalui koperasi,” tegas Ferry.

 

Ia menambahkan, koperasi ini akan didukung dengan permodalan dan infrastruktur fisik agar segera bisa beroperasi secara mandiri.

> “Hari ini bukan sekadar meletakkan batu, tapi menandai sejarah baru: kembalinya rakyat menjadi pelaku ekonomi Indonesia,” ujarnya.

 

Ferry juga menyampaikan harapan agar keberadaan koperasi Merah Putih dapat mempercepat pertumbuhan ekonomi hingga mencapai target nasional 8% sebagaimana visi Presiden Prabowo Subianto.

 

Dukungan Penuh Forkopimda dan Masyarakat

Wakil Bupati Kepulauan Anambas, R. Bayu Febri Gunadian, mengungkapkan dukungan penuh terhadap program nasional ini.
Menurutnya, keberadaan koperasi Merah Putih di Desa Tebang akan menjadi pusat ekonomi baru bagi masyarakat Palmatak dan sekitarnya.

> “Kami yakin program ini akan membawa manfaat besar bagi masyarakat. Koperasi ini bukan hanya wadah ekonomi, tapi juga simbol gotong royong dan kemandirian desa,” ujarnya.( Firman )

74

Nilai Kualitas Konten

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like