

KabarAnambas.com Batam — Dinamika menjelang Musyawarah Daerah (Musda) Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Kota Batam mulai menghangat. Muhammad Yasin Fahriza, SH, melalui gerakan Sayap (Sahabat Yasin Progresif), menyatakan kesiapannya untuk maju memimpin KAHMI Kota Batam.
Yasin kini mulai merapatkan barisan sekaligus membangun komunikasi dengan alumni HMI di berbagai kecamatan di Kota Batam. Konsolidasi tersebut dilakukan untuk menyatukan dukungan sekaligus menyerap gagasan mengenai arah KAHMI Batam ke depan.
“Saya siap mengemban amanah jika dipercaya teman-teman. Hari ini kami fokus menyatukan dukungan dan menyusun gagasan besar untuk KAHMI Batam ke depan,” ujar Yasin kepada wartawan di Batam, Senin (7/9/2026).
Menurut Yasin, KAHMI tidak cukup hanya menjadi ruang konsolidasi alumni HMI. Organisasi tersebut, kata dia, harus mampu tampil sebagai kekuatan intelektual yang memberikan solusi terhadap berbagai persoalan masyarakat dan pembangunan daerah.
Ia menilai posisi Batam sebagai salah satu pusat pertumbuhan ekonomi nasional sekaligus kawasan strategis yang berhadapan langsung dengan jalur perdagangan internasional membuat KAHMI memiliki ruang besar untuk berkontribusi.
“Batam ini pusat pertumbuhan ekonomi dan pintu gerbang Indonesia. KAHMI harus hadir memberi pemikiran, advokasi kebijakan, dan pengabdian langsung ke masyarakat,” katanya.
Yasin menyebut jaringan alumni HMI di Batam merupakan modal sosial yang besar. Para alumni, menurut dia, telah berkiprah di berbagai sektor, mulai dari legislatif, eksekutif, dunia hukum, akademisi hingga dunia usaha.
“Alumni kita tersebar di legislatif, eksekutif, hukum, kampus, dan pengusaha. Ini modal besar yang harus kita gerakkan bersama,” ujarnya.
Fokus pada Hukum, Kebijakan Publik dan Ekonomi Alumni
Sebagai jebolan fakultas hukum, Yasin menjadikan penguatan bidang hukum, hak asasi manusia (HAM), serta tata kelola pemerintahan yang baik sebagai salah satu prioritas yang akan didorong jika mendapat amanah memimpin KAHMI Batam.
Ia menyiapkan sejumlah gagasan, di antaranya pembentukan Pusat Bantuan Hukum dan Advokasi Publik bagi masyarakat Batam, penguatan Forum Kajian Kebijakan Strategis, pemberdayaan ekonomi alumni melalui jaringan usaha dan koperasi KAHMI, serta penguatan kader muda melalui pelatihan kepemimpinan dan literasi kebangsaan.
“Isu hukum dan keadilan harus jadi perhatian KAHMI. Kita dorong agar pelayanan publik di Batam bersih, transparan, dan berpihak ke rakyat,” tegasnya.
Yasin selama ini dikenal aktif dalam organisasi kemahasiswaan dan kegiatan kemasyarakatan. Latar belakangnya di bidang hukum dan advokasi turut menjadi salah satu modal dalam membangun komunikasi dengan sejumlah alumni HMI di Batam.
Ingin KAHMI Jadi Mitra Kritis Pemerintah
Lebih jauh, Yasin menginginkan KAHMI Batam mengambil posisi sebagai mitra kritis sekaligus mitra strategis pemerintah daerah. Menurutnya, sikap kritis tidak harus dimaknai sebagai sikap berseberangan, melainkan bagian dari upaya menghadirkan kebijakan publik yang lebih baik.
Ia menilai kapasitas intelektual dan jejaring profesional alumni HMI dapat dimanfaatkan untuk memberikan masukan terhadap persoalan strategis di Batam.
Menjelang pelaksanaan Musda KAHMI Kota Batam, Yasin juga menegaskan akan mengedepankan politik gagasan dan rekonsiliasi.
“Musda ini bukan soal menang-kalah. Ini soal bagaimana kita memilih nahkoda terbaik untuk membawa KAHMI Batam lebih besar manfaatnya untuk umat dan bangsa,” pungkasnya.
Pernyataan tersebut sekaligus menandai dimulainya konsolidasi Yasin Fahriza menuju kontestasi kepemimpinan KAHMI Batam, dengan menawarkan agenda yang menitikberatkan pada penguatan peran alumni, advokasi masyarakat, kebijakan publik, serta pemberdayaan ekonomi.( Red )