Sensus Ekonomi 2026 Anambas Capai 74,11 Persen, Pemda dan BPS Percepat Pendataan hingga 15 Agustus

Pemkab Anambas dan BPS Percepat Penyelesaian Sensus Ekonomi 2026, Pendataan Sudah Capai 74,11 Persen

KabarAnambas.com Anambas – Pemerintah Kabupaten Kepulauan Anambas bersama Badan Pusat Statistik (BPS) terus mempercepat penyelesaian pendataan Sensus Ekonomi (SE) 2026. Hingga akhir Juli 2026, capaian pendataan telah mencapai 74,11 persen, sehingga seluruh kecamatan diminta memperkuat koordinasi agar target penyelesaian dapat tercapai sesuai jadwal.

Hal tersebut mengemuka dalam Rapat Evaluasi III Sensus Ekonomi 2026 yang dipimpin Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Kabupaten Kepulauan Anambas, Yessi, di Media Center Kantor Bupati, Kamis (30/7/2026).

Rapat dihadiri Kepala Bagian Perekonomian Yohanes, Kepala BPS Kabupaten Kepulauan Anambas Adi Cahyadi, para camat, perangkat desa, serta jajaran BPS dan Bagian Perekonomian.

Dalam sambutannya, Kepala BPS Kabupaten Kepulauan Anambas, Adi Cahyadi, menegaskan bahwa Sensus Ekonomi merupakan program nasional yang membutuhkan dukungan seluruh elemen daerah.

“Sensus Ekonomi ini adalah milik kita bersama. Pendataan ini akan memetakan perubahan struktur dan aktivitas perekonomian yang nantinya menjadi dasar penyusunan berbagai kebijakan pembangunan,” ujarnya.

Sementara itu, Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Yessi, mengapresiasi capaian pendataan yang telah menembus 74,11 persen. Menurutnya, angka tersebut menunjukkan progres yang baik, namun masih membutuhkan kerja keras untuk mencapai target 100 persen.

“Kita sudah berada di tahap akhir. Dukungan seluruh camat dan perangkat kecamatan sangat diperlukan agar percepatan pendataan dapat berjalan sesuai target. Tantangan wilayah kepulauan memang besar, sehingga diperlukan solusi bersama di setiap wilayah,” katanya.

Dalam pemaparan Ketua Sensus Ekonomi, disampaikan bahwa Kecamatan Siantan Utara menjadi wilayah dengan capaian tertinggi, yakni 91,83 persen, sedangkan Kute Siantan masih menjadi yang terendah dengan capaian 57,71 persen.

Selain itu, pendataan terhadap 12 usaha besar telah mencapai sekitar 90 persen, dengan satu usaha di Pulau Bawah yang dijadwalkan akan diselesaikan pada Agustus mendatang. Pendataan pasar juga menunjukkan perkembangan positif, di mana Pasar Inpres telah mencapai sekitar 90 persen dan ditargetkan selesai dalam waktu dekat bersama pendataan pasar ikan.

Namun demikian, pelaksanaan sensus masih menghadapi sejumlah kendala, di antaranya ketidaksesuaian data awal dengan kondisi lapangan, responden yang sedang berada di luar daerah, konsistensi petugas terhadap target harian, hingga cuaca buruk dan tingginya gelombang yang menghambat mobilitas petugas ke wilayah kepulauan.

Dalam sesi diskusi, sejumlah camat menyampaikan berbagai masukan. Sekretaris Kecamatan Kute Siantan menjelaskan rendahnya capaian pendataan dipengaruhi kondisi salah seorang petugas yang sedang sakit. Sementara Camat Siantan Utara mengungkapkan pihaknya terus mendukung petugas lapangan melalui koordinasi intensif dengan pemerintah desa serta pendampingan menuju wilayah yang sulit dijangkau, khususnya Dusun Palah yang saat ini terdampak cuaca ekstrem.

Menanggapi berbagai masukan tersebut, Kepala BPS Adi Cahyadi menjelaskan bahwa pelaksanaan Sensus Ekonomi tahun ini dilakukan di tengah kebijakan efisiensi anggaran sehingga jumlah petugas maupun kegiatan sosialisasi sangat terbatas.

“Kami sangat berterima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Anambas yang telah membantu sosialisasi, termasuk melalui pemasangan spanduk dan dukungan kegiatan di lapangan. Kolaborasi ini sangat membantu percepatan pendataan,” ujarnya.

Sebagai tindak lanjut, BPS bersama pemerintah daerah akan mengoptimalkan tim organik untuk wilayah khusus, melakukan uji petik terhadap data yang berstatus “tidak ditemukan”, menyelesaikan pendataan usaha besar, mempercepat penyelesaian anomali data, serta meningkatkan koordinasi dengan pemerintah kecamatan.

Menutup rapat, Yessi menekankan pentingnya penguatan peran camat dalam memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai pentingnya Sensus Ekonomi 2026. Ia juga mengingatkan agar keselamatan petugas menjadi prioritas utama di tengah kondisi cuaca yang kurang bersahabat.

“Kita ingin pendataan selesai tepat waktu, namun keselamatan petugas tetap yang utama. Bila kondisi cuaca membahayakan, penyeberangan sebaiknya ditunda. Di sisi lain, sosialisasi juga perlu terus diperkuat agar masyarakat semakin memahami pentingnya Sensus Ekonomi bagi pembangunan daerah,” tegasnya.

Dalam rapat tersebut disepakati target penyelesaian utama pendataan pada 15 Agustus 2026, sehingga sisa waktu hingga akhir Agustus dapat difokuskan untuk penyisiran data dan penyempurnaan hasil pendataan di seluruh wilayah Kabupaten Kepulauan Anambas.( Man )

142

Nilai Kualitas Konten

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like