Tantangan Cuaca Hingga Era AI: SKK Migas Sumbagut dan KKKS Gelar Gathering Jurnalis di Anambas

Perwakilan KKKS, Andri Kristianto , Community Investment Manager Prime Natuna EP

KabarAnambas.com Anambas – SKK Migas Sumbagut bersama Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) menggelar kegiatan edukasi dan gathering bersama awak media se-Kabupaten Kepulauan Anambas.( Kamis, 17/9/2026 ) Pagi.

Mengusung konsep hibrida, acara ini tetap berlangsung hangat meski sempat terkendala cuaca ekstrem.

Perwakilan KKKS, Andri Kristianto , Community Investment Manager Prime Natuna EP mengungkapkan bahwa gangguan cuaca dan jarak pandang yang terbatas di bawah 4 km membuat penerbangan dari Batam maupun Jakarta tidak dapat mendarat di Anambas.

Meski sebagian rombongan tertahan, hal tersebut tidak menyurutkan komitmen untuk mempererat silaturahmi dengan insan pers.

“Walaupun terhalang cuaca, kami tetap hadir. Ini bukti komitmen kami untuk terus membina hubungan baik dan tumbuh bersama insan pers di Anambas,” ujar Andri dalam sambutannya.

Peran Vital Jurnalis di Era AI
Di hadapan para pimpinan organisasi pers—seperti Ketua PWI Anambas M. Ramadan, Ketua IWO Yahya, Ketua PJS Firmandani, serta koordinator kegiatan Rikaswin—Andri menyoroti tantangan dunia kewartawanan di era transformasi digital dan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI).

Menurutnya, keberadaan AI memang mempercepat proses kerja harian, namun tidak bisa menggantikan peran utama jurnalis dalam hal verifikasi dan konfirmasi fakta.

“Sekarang semua orang bisa mengakses informasi dengan cepat lewat AI. Namun, tantangan terbesar saat ini adalah verifikasi. Jurnalis memegang peran kunci untuk memastikan kebenaran, memahami konteks, dan menyajikan data yang akurat kepada masyarakat,” tegas Andri.

Ia menambahkan, ketelitian jurnalis sangat dibutuhkan khususnya dalam menyiarkan berita industri hulu migas yang sarat akan istilah teknis dan kompleksitas operasional.

Dua Pantun Penutup
Acara yang berlangsung penuh keakraban tersebut ditutup dengan dua bait pantun dari Andri yang menggambarkan ketangguhan jurnalis serta pentingnya prinsip kehati-hatian di era digital:
> Kabut asap menutup pandan,
> Pompong nelayan merapat ke tembatan.
> Walaupun terhalang kami tetap datang,
> Jurnalis Anambas harus siap dengan pertanyaan.
>
> Kabut asap menutup Tarempa,
> Kena angin bertiup dari seberang.
> AI boleh cepat membuat berita,
> Namun jurnalis tetap wajib cek dan timbang.
>( DF )

90

Nilai Kualitas Konten

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like