Semangat Transparansi Kejari Anambas di Hari Lahir Kejaksaan ke-80

Poto Kejari Anambas Gelar Konferesi Pers

KabarAnambas.com Anambas – Di tengah semarak peringatan Hari Lahir Kejaksaan Republik Indonesia ke-80, suasana di Kejaksaan Negeri (Kejari) Kepulauan Anambas pada Selasa (2/9/2025) terasa berbeda. Tidak hanya seremoni, momen ini dimanfaatkan untuk membuka catatan perjalanan kinerja selama sembilan bulan terakhir kepada publik.

Kepala Kejari Kepulauan Anambas, Budhi Purwanto, SH, MH, tampil lugas saat memaparkan capaian. Ia menekankan bahwa transparansi adalah kunci, sekalipun pekerjaan rumah masih banyak.

> “Kami sampaikan pencapaian ini sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas. Kami juga mohon masukan agar pelaksanaan tugas hukum di Anambas semakin maksimal,” ujar Budhi dengan nada rendah hati.

 

Transformasi dari Dalam

Perubahan paling terasa justru berawal dari dalam. Kejari Anambas berusaha membangun Zona Integritas menuju Wilayah Bebas Korupsi (WBK). Walau belum sempurna, langkah itu menegaskan komitmen untuk bersih dan melayani.

Transformasi digital pun digerakkan. Mulai dari absensi berbasis wajah yang langsung terhubung dengan tunjangan kinerja, aplikasi SEPIDE untuk surat-menyurat elektronik, hingga izin kunjungan tahanan berbasis barcode yang sangat membantu keluarga di kepulauan.

Also Read:

Tak hanya itu, struktur organisasi kini lengkap dengan enam seksi. Sembilan CPNS baru dilantik menjadi PNS, enam pegawai mendapat kenaikan pangkat, dan capaian PNBP melampaui target hingga Rp394,95 juta.

Menyentuh Masyarakat

Di luar kantor, jaksa-jaksa Anambas aktif turun ke lapangan. Program “Jaksa Masuk Sekolah” memberi pemahaman hukum sejak dini kepada pelajar. Sementara “Jaksa Menyapa” (OM JEK) hadir di desa-desa, menjadi ruang dialog hukum yang akrab dan sederhana.

Menjelang Hari Antikorupsi Sedunia, Kejari juga menyiapkan kegiatan edukasi untuk meneguhkan komitmen melawan praktik curang yang merugikan negara.

Tegas Menangani Perkara

Dari sisi penegakan hukum, Kejari telah menyelesaikan 20 perkara dari 35 target, dengan penuntutan tuntas 100%. Perkara yang dominan adalah perlindungan anak dan narkotika — cerminan tantangan sosial yang dihadapi masyarakat kepulauan.

Kasus korupsi pun tidak luput. Pembangunan Puskesmas Siantan Selatan berhasil memulihkan aset Rp384 juta. Sementara pemulihan aset desa mencapai Rp813,64 juta, berkat kerja sama erat dengan Pemkab, BPJS, BRK Syariah, dan ATR/BPN.

Menjaga Kepercayaan

Kinerja di bidang intelijen dan pengelolaan barang bukti juga menunjukkan keseriusan. Posko Bandara/Pelabuhan Anti Mafia dibentuk, pengawasan pakem dilakukan bersama tokoh agama, hingga lelang barang rampasan senilai Rp8,99 juta disetorkan ke negara.

Semua itu menandakan bahwa Kejari Anambas ingin hadir tidak sekadar sebagai lembaga penegak hukum, tetapi juga sebagai mitra masyarakat.

Komitmen ke Depan

Di ujung pemaparannya, Budhi Purwanto menegaskan bahwa perjalanan masih panjang. Namun semangat untuk terus berbenah, melayani, dan menjaga akuntabilitas tidak akan padam.

Di usia ke-80 tahun Kejaksaan RI, Kejari Anambas menunjukkan bahwa di ujung terdepan Indonesia, hukum tetap bekerja—tegas, transparan, sekaligus dekat dengan masyarakat ( Man )

137

Nilai Kualitas Konten

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like