

KabarAnambas.com TanjungPinang – Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) sekaligus Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Kepulauan Anambas, Sinta Aneng, menghadiri pembukaan Bazar Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) XII Tingkat Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) di kawasan Astaka Utama MTQ, Taman Gurindam XII, Kota Tanjungpinang, Sabtu (4/7/2026)
.
Dalam kehadirannya tersebut, Sinta Aneng didampingi oleh Uray Dhien Sahtiar. Kegiatan bazar ini merupakan salah satu agenda penting yang menyemarakkan perhelatan MTQ XII Provinsi Kepri yang berlangsung mulai tanggal 4 hingga 9 Juli 2026.
Wujud Nyata Dukungan Terhadap UMKM Daerah
Kehadiran Sinta Aneng menjadi bukti komitmen nyata Pemerintah Kabupaten Kepulauan Anambas dalam mendukung pengembangan produk unggulan daerah. Terlebih, pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dari berbagai kabupaten dan kota se-Kepri turut memamerkan produk kreatif mereka, mulai dari kuliner khas, kerajinan tangan, hingga industri kreatif lainnya.
Saat mendampingi Ketua TP-PKK Provinsi Kepri, Dewi Kumala Sari Ansar Ahmad, Sinta Aneng menyempatkan diri mengunjungi sejumlah stan pameran. Ia memberikan apresiasi tinggi kepada para pelaku UMKM yang terus berinovasi dalam memproduksi produk lokal yang kompetitif dan berkualitas tinggi.
“Bazar MTQ ini bukan sekadar pelengkap dari syiar Islam, melainkan juga wadah strategis untuk mempromosikan dan memperkenalkan potensi ekonomi kreatif daerah kita kepada masyarakat luas,” ujar Sinta Aneng.
Harapan Peningkatan Ekonomi dan Sinergi Antardaerah
Melalui ajang promosi berskala provinsi ini, Sinta Aneng berharap produk unggulan daerah, khususnya dari Kabupaten Kepulauan Anambas, dapat semakin dikenal secara luas. Ke depannya, langkah ini diharapkan mampu mendongkrak perekonomian masyarakat sekaligus mempererat tali silaturahmi antardaerah di Provinsi Kepulauan Riau.
Sinergi dan kolaborasi antardaerah dalam mendukung UMKM lokal diharapkan terus menguat, sehingga pelaksanaan MTQ XII ini tidak hanya sukses secara syiar keagamaan, tetapi juga membawa dampak ekonomi yang nyata dan dirasakan langsung oleh masyarakat.( man )