Jarang Dilirik, Kepala Desa Kiabu Beberkan Keluhan Di Desanya

Kepala Desa Kiabu, Suhaery

Kabaranambas.com, Anambas – Kepala Desa Kiabu, Suhaery, menyampaikan keluhan terkait jaringan Internet yang lelet di desa tempatnya bertugas.

Untuk diketahui, Desa Kiabu terletak di Kecamatan Siantan Selatan, Kabupaten Kepulauan Anambas, memerlukan waktu tempuh sekitar 2-4 jam menggunakan transportasi laut.

Keluhan Suhaery itu disampaikannya kepada awak media ini ketika sedang melangsungkan acara Safari Ramadhan oleh Bupati dan Pejabat dilingkungan Pemkab Anambas di Desa Kiabu, Senin (3/4/2023).

“Saya mewakili seluruh masyarakat meminta kepada pihak yang berwenang, untuk menambah jaringan internet di wilayah kiabu. Kami mohon untuk bandwidth nya dinaikkan dari 10 Mbps menjadi 30 Mbps. Pasalnya, dengan jumlah penduduk 300 lebih Kepala Keluarga (KK) Desa kiabu, jaringan seperti ini sangat tidak nyaman bagi masyarakat,” ucap Suhaery.

“Desa Kiabu adalah sebagai Desa Terdepan, Terluar dan Tertinggal (3T) kami minta perhatian khusus dari pemerintah dari sejumlah aspek pembangunan terutama untuk jaringan,” tambahnya.

Untuk aspek pembangunan yang dimaksud saat ini adalah terkait telekomunikasi secara maksimal sesuai dengan kebutuhan penduduknya di Desa Kiabu itu sendiri. Karena, masalah jaringan di Desa Kiabu ini bukan baru kejadian seperti ini, semenjak dari tahun 2015, tower menjulang tinggi hingga saat ini tidak bisa di nikmati oleh masyarakat Kiabu.

“Jaringan tidak maksimal, bisa nlp tapi suara tak jelas, wa, vc memang tak dapat sama sekali, kirim wa sekarang sampai nya berjam-jam bahkan pernah besok pagi baru masuk wa. Apa lagi kami di Pemerintahan Desa, jika mau kirim data harus langsung ke Tarempa dulu sedangkan dari Desa Kiabu menuju ke kabupaten kepulauan Anambas itu mengunakan pompong kayu sekitar 3/4 jam baru tiba,” keluhnya.

Sebelumnya, diketahui telah dibangun tower pemancar sinyal milik XL-Axiata di Desa Kiabu, yang merupakan harapan tambahan bagi masyarakat, namun sangat disayangkan harapan tersebut hanyalah angan-angan.

“Kami sebelumnya berharap dengan adanya pembangunan jaringan internet XL-Axiata di Desa kami ini menambah jaringan, namun sebalik nya makin parah jaringan di desa kami ini,” ucap Suhaery.

Suhaery mengaku, dirinya selaku Kepala Desa juga selalu di desak warga dan tentu saja wajib menyampaikan keluhan warga ke pihak yang berwenang. Namun, setelah menyampaikan keluhan yang ada di desanya, sampai saat ini belum ada tanggapan apapun dari pihak terkait.

“Saya itu selalu didesak masyarakat agar memberikan yang terbaik. Tidak hanya jaringan, listrik juga menjadi keluhan dari masyarakat saya, mudah-mudahan nantinya jaringan di desa saya aktif 24 jam dan jaringan internet maksimal seperti di kabupaten kepulauan Anambas,” harap dia. (KA/Man)

378

Nilai Kualitas Konten

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like