

KabarAnambas.com Anambas – Kasus dugaan keracunan massal akibat konsumsi makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Siantan Tengah, Kabupaten Kepulauan Anambas, terus bertambah. Hingga Rabu malam (15/4/2026), total 112 pasien dilaporkan menjalani perawatan di RSUD Palmatak, Desa Payaklaman.

Selain itu, di Puskesmas Siantan Tengah tercatat 41 korban telah mendapatkan penanganan medis. Laporan terbaru bahkan menyebutkan satu korban tambahan berasal dari Desa Liuk yang masih berstatus anak TK.
Data awal sebelumnya mencatat sedikitnya 82 siswa terdampak yang tersebar di empat desa, yakni Desa Air Asuk (10 siswa), Desa Air Nangak (34 siswa), Desa Air Sena (22 siswa), dan Desa Teluk Sunting (16 siswa). Program MBG tersebut diketahui disalurkan oleh Yayasan Pangan Intan Permata yang beralamat di Desa Air Asuk, dengan pengelola SPPG atas nama Hasnidar.
Merespons kejadian ini, Anggota DPRD Kabupaten Kepulauan Anambas dari Partai Demokrat, Hino Faisal, turun langsung meninjau para korban di rumah sakit.
Dalam kunjungannya, Hino menyampaikan keprihatinan mendalam terhadap kondisi para siswa yang harus menjalani perawatan.
“Kami sangat prihatin atas kejadian ini. Anak-anak yang seharusnya mendapatkan asupan gizi justru menjadi korban. Penanganan medis harus menjadi prioritas utama dan tidak boleh ada yang terabaikan,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa pihaknya akan mendorong investigasi menyeluruh agar penyebab kejadian dapat segera diketahui.
“Peristiwa ini harus diusut tuntas. Kita perlu memastikan mulai dari proses pengolahan, distribusi hingga pengawasan makanan berjalan sesuai standar keamanan pangan,” tegasnya.
Hino juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh tenaga medis dan pihak yang terlibat dalam penanganan para korban.
“Kami mengapresiasi tenaga medis serta semua pihak yang telah bekerja cepat menangani dugaan keracunan MBG ini. Dedikasi dan kerja keras mereka sangat membantu proses pemulihan para korban,” katanya.
Ia menilai program MBG merupakan program penting yang harus tetap berjalan, namun dengan pengawasan ketat agar kejadian serupa tidak terulang.
“Program ini sangat baik untuk meningkatkan gizi anak-anak, tetapi pengawasan harus diperketat. Keselamatan peserta didik adalah hal yang tidak bisa ditawar,” tambahnya.
Hino menegaskan DPRD akan terus mengawal penanganan kasus ini hingga tuntas serta memastikan seluruh pihak terkait bertanggung jawab.
“Kami di DPRD akan mengawal proses ini sampai selesai. Transparansi dan akuntabilitas sangat penting agar kepercayaan masyarakat tetap terjaga,” tutupnya.( adv/F ))