PPP: Kami Pemenang Pemilu, Tapi Tak Dianggap oleh Wan Zuhendra

Poto Hariswan saat Di Dampingi Ketua DPRD Kka Hasnidar
2/5 (2)

KabarAnambas.com  Anambas  – Kader Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Hasnidar, yang juga Ketua DPRD Anambas, memberikan tanggapan tegas terkait pernyataan Ketua DPC PDI Perjuangan Anambas sekaligus Wakil Bupati, Wan Zuhendra. Wan Zuhendra sebelumnya menyatakan bahwa kesetiaannya mendampingi kader PPP, Abdul Haris, dalam memimpin Kabupaten Kepulauan Anambas selama dua periode tidak dianggap. Hasrat Wan Zuhendra untuk maju sebagai calon Bupati dalam Pilkada mendatang tidak mendapatkan dukungan dari PPP. Minggu (21/7/2024).

Dalam pernyataannya kepada  media KabarAnambas.com, Hasnidar menjelaskan bahwa PPP, sebagai partai pemenang pada Pemilu Legislatif 2024, merasa belum pernah dihubungi secara resmi oleh Wan Zuhendra terkait  untuk menggandeng PPP sebagai calon wakil bupati.

“Pak Wan Zuhendra kan secara aturan hanya bisa maju sebagai calon Bupati. Kalau ibarat orang mau kawin, calon Bupati adalah pengantin pria, sedangkan calon wakil bupati ibaratnya pengantin perempuan. Tidak mungkin lah calon pengantin perempuan yang mengejar-ngejar pengantin pria untuk minta dilamar. Cukup lama kami menunggu, tapi Pak Wan tidak pernah memberi sinyal apapun. Jadi mau bagaimana lagi. Ditambah pula dengan posisi PPP sebagai pemenang pemilu legislatif. Tidak mungkin kami hanya menjadi penonton dalam kontestasi Pilkada ini,” jelas Hasnidar.

Hasnidar juga menyinggung bahwa jauh sebelum Pemilu Legislatif, Abdul Haris, sebagai pemimpin PPP di Anambas, telah mencoba menyandingkan dirinya dengan Wan Zuhendra sebagai calon wakil bupati. Namun, ajakan tersebut selalu ditanggapi dingin oleh Wan Zuhendra.

“Bahkan sebetulnya Pak Abdul Haris jauh-jauh hari sebelum Pileg sudah sempat menyinggung untuk menyandingkan saya dengan Pak Wan sebagai calon wakil bupati. Namun selalu ditanggapi oleh Pak Wan dengan senyum tipis tanpa makna. Lama-lama saya merasa malu juga sehingga saya minta kepada Pak Abdul Haris jangan lagi menyebut-nyebut saya menjadi wakil Pak Wan. Ibarat pepatah Melayu, jangan hidung tak mancung pipi tesorong-sorong. Apalagi setelah Pileg kemarin PPP menjadi pemenang dengan perolehan empat kursi, sementara Pak Wan tidak pernah meminta PPP untuk menunjuk calon wakil Bupati, sampailah akhirnya DPP PPP menugaskan Wakil Ketua Umum H. Rusli Effendi sebagai calon Bupati Anambas,” sambung Hasnidar.

Hasnidar menekankan bahwa keputusan PPP untuk berpisah dengan Wan Zuhendra bukanlah keputusan yang mendadak.

“Jadi prosesnya sudah cukup panjang, tidak ujug-ujug PPP memutuskan berpisah dengan Pak Wan. Jadi kalau sekarang Pak Wan merasa tidak dianggap, rasa-rasanya pernyataan itu terbalik dengan kenyataan. Karena bak pepatah Melayu, menepuk air di dulang, terpercik muka sendiri. Justeru kami lah yang merasa tak dianggap oleh Pak Wan. Saya yakin, di lubuk hati Pak Haris yang paling dalam, beliau merasa sedih karena PPP harus berpisah dengan Pak Wan. Saya sendiri pun ikut sedih,” tambahnya.

Meski demikian, Hasnidar menegaskan bahwa situasi saat ini sudah tidak bisa diubah dan semua pihak harus fokus pada langkah ke depan menuju Pilkada.

“Sekarang nasi sudah menjadi bubur, tak ada yang perlu disesalkan lagi. Kita tinggal melanjutkan langkah menuju hari H Pilkada. Kami yakin masyarakat Anambas merupakan pemilih yang bijak dan cerdas, untuk menentukan siapa yang lebih pantas memimpin Anambas lima tahun ke depan ini,” pungkas Hasnidar.

Pernyataan tegas Hasnidar ini diharapkan dapat memberikan klarifikasi dan pemahaman kepada masyarakat Anambas mengenai sikap dan keputusan PPP dalam kontestasi Pilkada yang akan datang.

Partai yang telah memenangkan Pemilu Legislatif ini optimis bahwa pilihan mereka akan mendapatkan dukungan luas dari masyarakat yang bijak dan cerdas. ( F )

801

Nilai Kualitas Konten

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like